Zalimnya ! Marah pada Suami Wanita Ini Bakar Anaknya

14 Nov 2013 
 
 foto: Daily Mail
Beijing, - Keterlaluan! Seorang ibu di China  membakarnya anaknya demi melampiaskan kemarahannya pada sang suami. Wanita itu marah pada suaminya yang dianggap tidak memperlakukan dirinya dengan baik.

Peristiwa ini terjadi di kota Jinhua di provinsi Zhejiang, bahagian timur China seperti dilaporkan Daily Mail, Rabu (13/11/2013).

Menurut otoriti setempat, wanita itu memaksa puteranya untuk meminum minyak dan kemudian membakar tubuhnya. Akibat perbuatan keji ibunya,kanak-kanak  berumur 4 tahun itu ketika ini dalam keadaan kritikal   di rumah sakit.

Menurut jiran tetangga, wanita bernama Shen Dan (40) dan suaminya, Zhang Qiusheng (48) itu sering bertengkar soal wang. Pertengkaran hebat kembali terjadi awal bulan ini. Usai bertengkar dengan suaminya, Shen pun pergi ke luar kediaman mereka, namun kemudian kembali dengan membawa sebotol minyak tanah.

Shen pun memaksa anak laki-lakinya, Duoduo untuk meminum minyak tersebut. Minyak itu sempat tertelan sedikit sebelum Zhang datang untuk melindungi puteranya. Namun kemudian Shen menyeret anaknya menuju kompor gas yang sedang menyala. Wanita itu kemudian menumpahkan minyak tanah ke tubuh mereka bertiga.

Meski ikut terbakar, Zhang bergegas membawa anaknya ke ruang tamu dan membungkus tubuhnya dengan selimut untuk memadamkan api. Ketika ini, kanak-kanak malang itu sedang berjuang melawan maut akibat luka-luka bakar parah yang dideritanya.

Menurut para doktor, kanak-kanak itu mengalami cedera terbakar 35 persen, khususnya di bahagian kepala. Bahkan paru-parunya juga rosak parah akibat api dan minyak yang sempat tertelan. Meskipun nyawanya selamat, kanak-kanak itu kemungkinan tak akan dapat bercakap dan mengalami kebutaan.

Shen dan Zhang juga dirawat di rumah sakit dengan luka terbakar 15 persen di tubuh mereka. Shen akan ditahan polis  setelah dia dinyatakan boleh meninggalkan rumah sakit.

Atas kejadian ini, Zhang pun memutuskan untuk menceraikan isterinya itu. "Saya harap saya tak akan pernah melihat dia lagi. Saya pasti akan menuntut cerai apabila saya keluar dari rumah sakit," tambahnya. 
sumber: detikNews

Menakjubkan ! Indahnya Dubai Bandar di Atas Awan



Berapakah ketinggian yang harus dicapai agar kita dapat berjalan di atas awan? Jurugambar Jerman, Sebastian Opitz telah membuat siri fotografi bandar di atas awan yang menggagumkan.

Opitz yang sekarang  tinggal di Dubai harus bangun pukul 4 pagi dan mengambil perjalanan  setinggi414 m di Princess Tower di Dubai untuk mengambil foto-foto yang kelihatan seperti mimpi, dimanabangunan pencakar langit menembus awan dan kabut yang lembut.

Burj Khalifa, bangunan tertinggi di dunia yang ada di Dubai juga nampak dalam siri foto karya Opitz.


 Siri fotografi bandar di atas awan dari bangunan pencakar langit Dubai yang menggagumkan.



bangunan pencakar langit dubai 2 640x367 Bandar di Atas Awan,Fotografer Opitz harus bangun pagi agar boleh mengambil foto awan yang indah di Dubai  setinggi 414 m di Princess Tower di Dubai

 
bangunan pencakar langit dubai 3 640x413 Bandar di Atas Awan,  pemandangan bandar di atas awanyang indah

 

Sebastian Opitz sejak 2008 telah tinggal di Dubai dan telah bekerja pada beberapa tugas fotografi seni bina di seluruh wilayah yang dipenuhi kemegahan dan kemewahan ituOpitz ditugaskan bekerja padaprojek seni bina luaran dan dalaman, serta segala jenis fotografi timelapse.sumber



bangunan pencakar langit dubai 8 640x414 Bandar di Atas Awan dan kabut lembut terlihat di Dubaiselama 6 hari dalam setahun

 

Menurut Opitz, awan dan kabut tebal jarang kelihatan di Dubaikeadaan seperti itu terjadi hanyaempat hingga enam hari dalam setahun, dan hilang setelah pada hari ke sembilan.


 
bangunan pencakar langit dubai 4 640x425 Bandar di Atas AwanBurj Khalifa, bangunan tertinggi didunia tampak dalam fotografi jurugambar Jerman ini.


 5Waktu fajar membuat Dubai bersuasana romantis.Banggunan pencakar langit yang megah di Dubai

Jurugambar Sebastian Opitz telah mendedikasikan waktunya untuk mengambil gambar awan yang indah di Dubaidan dia sepertinya harus menyediakan satu liter kopi untuk mengambil foto saat-saatyang menakjubkan itu.

Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos !








- Berikut adalah salah satu kisah menarik dari salah satu ilmuwan terkenal Yaitu . Albert Einstein yang Mengalahkan Dosen Profesornya Saat Berdebat tentang Agama : 


Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab,

"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,

"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."

"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."

"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,

"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."

"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."


Profesor itu terdiam.

Dan mahasiswa itu adalah, Albert Einstein.